Berlatih Paralayang Demi Angkasa

Sbr/Sumber Papatong/Foto:Andri.

Harness, helm, parasut cadangan, vario meter, alti meter, GPS, peta, radio dan handy talkie merupakan bagian dari beberapa perlengkapan penting yang diperlukan untuk kegiatan paralayang.

Tahapan-tahapan yang baik untuk memulai paralayang terutama bagi pemula adalah belajar mengembangkan parasut sekaligus penyesuaian alat. Mulailah belajar dari tempat landau dan tidak terlalu tinggi. Untuk mengenal karakter parasut cobalah menghendel parasut dilereng yang landau (ground handling) dengan hembusan angina yang cukup ideal (5-8 mph).

Pemeriksaan alat-alat sebelum terbang. Pemeriksaan sebelum terbang ini dibagi tiga hal. Pertama, pemeriksaan parasut. Kedua, pemeriksaan perlengkapan seperti harness, carabiner, tali dan riser, tali kemudi, sayap. Terakhir pemeriksaan ulang sebelum meluncur seperti pemakaian harness, helm, parasut, tali temali, kemudi, ruang luncur dan terbang.

Sejak beberapa tahun terakhir ini, banyak sudah berdiri sekolah atau club khusus bagi kegiatan paralayang. Tersebar dibeberapa daerah. Terutama didaerah wisata dataran tinggi. Rata-rata pesertanya berasal dari penggemar kegiatan alam terbuka dan berbagai profesi yang menuntut kemampuan paralayang. Tak jarang kegiatan semacam ini juga di berikan dalam bentuk pelatihan kilat bagi kalangan militer, keamanan serta rescue unit.

Salah satu contoh pola pelatihan dari sebuah club paralayang ternama di kawasan puncak, Bogor. Yang telah berdiri sejak 1994 lalu. Menerapkan system latihan menyeluruh bagi siswanya. Baik dari sisi mental maupun teknik terbang. Siswa peserta di haruskan mengikuti pendidikan dasar paralayang dan melakukan tugas-tugas penerbangan siswa (PS) sedikitnya 10 kali terbang, minimal di lokasi bukit. Lalu, 4 kali terbang pada kecepatan angina 0 sampai 8 km/jam. Di sambung dengan 2 kali terbang pada kecepatan angina 8-15 km/jam. Seluruhnya dilakukan dengan cara atau langkah-langkah yang tepat. Seperti dalam hal menggelat parasut, menggunakan harmest dan pemeriksaan sebelum terbang (pre-flight check). Hingga siswa mampu dengan sendirinya mengetahui dan dapat menjelaskan arah angina serta kondisi umum cuaca dilokasi penerbangan. Memperlihatkan dengan baik cara mengembangkan parasut, kontrol arah, kontrol kecepatan, pengereman, dan cara merubuhkan parasut. Memperlihatkan kemampuan pendaratan darurat/PLF (Parachute Landing Fall). Memperhatikan secara konsisten teknik lepas landas serta pendaratan yang baik. Mampu menjelaskan dan menilai sebuah tempat terbang serta rencana penerbangan yang aman.

Sampai siswa tercatat di log book penerbangannya minimal 10 kali dan lulus tes tertulis tingkat kemampuan Penerbangan Siswa. Dibawah panduan instruktur paralayang, siswa kemudian harus mengikuti ujian Penerbangan Lanjutan 1 (PL 1) dengan melakukan 40 kali terbang minimal 3,5 jam. Siswa juga diberikan tugas-tugas PL 1 dibawah bimbingan instruktur untuk kemudia kembali mengikuti ujian PL 1 yang diselenggarakan oleh instruktur.

Setelah dianggap memiliki kemampuan terbang mandiri, siswa akan dinyatakan lulus. Jika siswa berkeinginan untuk melanjutkan ketahap kedua dengan kemampuan lebih baik yaitu Penerbangan Lanjutan ke 2. Siswa harus mengikuti tahapan uji terbang antara lain melakukan penerbangan 100 kali (35 jam), terbang cross Country 2×10 jam. Lalu mengerjakan tugas-tugas PL 2.

Setelah lulus dalam ujian PL 2 maka siswa dapat melanjutkan ke PL 3 dengan melakukan ujian 500 kali terbang (150 jam), minimal, minimal 2 tahun berpengalaman terbang, mendapat rekomendasi dari setidaknya 2 PL 3 dan 1 Instruktur paralayang dan setelah itu mengikuti ujian dari PL 3 yang diselenggarakan oleh komisi Dikrating Bidpara setelah lulus dari PL 3 maka siswa bisa magang menjadi instruktur itupun mengikuti proses yang lebih berat dari sebelumnya.

System pengajaran yang diterapkan lebih mengarah pada praktek. Sementara pemberian teori lebih pada proses penginformasian teori-teori dasar. Materi yang diajarkan kepada peserta antara lain, adasar pengembangan parasut (groundhandling). Jika telah cukup memahami siswa bisa langsung terjun perdana (first jump) dari atas bukit untuk merasakan melayang diudara yang sebenarnya.

Lamanya masa pendakian tidak bisa di tetapkan dalam jangka waktu tertentu. Karena semuanya tergantung pada keterampilan siswa sendiri. Semakin cepat menguasai teknik dan praktek semakin cepat proses pendidikannya di lalui. Namun untuk sekedar penguasaan dasar-dasar terbang hanya dibutuhkan waktu selama dua hari. Dengan catatan cuaca mendukung.

Biaya yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan ini sekitar 4,5 juta untuk 1 orang. Biaya ini merupakan pembiayaan Groundhandling, penerbangan 40 kali terbang hingga mendapatkan licence PL 1, asuransi bersama PLGI. Apabila sudah memiliki licence PL 1 yang sah, dari PLGI atau naungan resmi lainnya yang sah (jika dari luar wilayah Indonesia). Biasanya peserta juga dipungut biaya iuran tahunan sebesar 250.000,-. Pemakaian alat akan dikenakan biaya sesuai ketentuan yang sudah ada.

Beberapa teknik dasar melakukan terbang paralayang :

1. Gelar parasut membentuk kipas dengan trailing edge menghadap angin.

2. Berdirilah didepan parasut tepat ditengah tengah.

3. Pegang riser depan dan togel tali kemudi ditelapak tangan, riser belakang taruh disiku atau di bahu.

4. Pastikan tali-tali tidak ada yang membelit atau kusut dan berdirilah rileks sambil mengawasi sekeliling apakah terdapat penerbangan lain.

5. Larilah kearah angin dengan sepenuh tenaga, tetapi jangan terlalu cepat. Posisi badan sedikit membungkuk ketika merasakan ada tarikan ke belakang. Lepaskan perlahan riser depan ketika parasut hampir berada diatas kepala. Ingat jangan membebani atau menarik riser ketika parasut sudah berada diatas kepala dan pilot hanya memegang tali kemudi.

6. Periksalah dan tengok parasut sudahkah mengembang dengan sempurna ? Bila sudah sempurna dan tidak ada masalah tetaplah berdiri.

7. Jika belum yakin untuk terbang coba cek kembali apakah tali control bekerja sempurna. Sambil tetap berlari tariklah tali control pelan-pelan hingga Anda benar-benar melayang. Ingat, untuk melayang jangan sekali-kali melompat, biarkan tubuh diangkat dengan sendirinya oleh parasut, dengan melompat akan mendorong tali-tali yang sudah menegang, akibatnya parasut akan kehilangan tekanan dan akan rubuh.

8. Setelah menikmati penerbangan dengan sebuah parasut jangan lupa untuk menentukan lokasi pendaratan. Untuk mencapai sebuah tempat pendaratan dengan tepat, diperlukan kemampuan untuk mengarahkan parasut. Mainkan tali kemudi Anda untuk membuat gerakan-gerakan tertentu. Cobalah melakukan manuver yang telah di kuasai agar pendaratan lebih nyaman.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.