Pendakian gunung Kilimanjaro saat Pandemi

Pendakian kilimanjaro saat pandemi

Seperti anda ketahui, Corona virus atau COVID-19 telah menimbulkan banyak tantangan bagi perjalanan antar negara. Lima bulan terakhir adalah waktu yang sangat berat bagi semua orang, namun kami berharap anda, keluarga, dan teman anda semuanya baik-baik saja.

Kami memiliki pembaruan tentang aturan dan bagaimana agar semua pendakian Kilimanjaro yang akan dimulai kembali pada Agustus 2020 harus mematuhi pedoman baru. Kami akan mewajibkan setiap orang memiliki hasil tes COVID-19 negatif sebelum melakukan pendakian.

Manajemen Taman Nasional telah menyiapkan beberapa langkah dan SOP untuk menjamin keselamatan wisatawan, kru, staf, dan lingkungan pegunungan dari wabah COVID -19. Dokumen ini memuat prosedur yang harus dijalankan saat di gerbang masuk / keluar, area berkemah, pondok penginapan, shelter pendaki, toilet, jalur pendakian dan operasi rescue.

Standar Operasi & Prosedur (SOP)

Seluruh kantor, pos peristirahatan dan titik masuk / keluar memiliki tempat cuci tangan. Semua staf, turis, pemandu, juru masak, dan porter harus mengenakan masker saat berada di gerbang masuk / keluar, lokasi berkemah, dan pondok penginapan. Kami akan mensterilkan semua paket makanan dengan larutan alkohol 70% atau larutan desinfektan yang sesuai. Khusus untuk makanan tidak boleh dicampur dengan peralatan lain. Kami akan memastikan bahwa barang-barang bawaan dikemas di dalam tempat yang telah disterilkan.

Penimbangan peralatan dan tas pendaki harus dilakukan sebelum tiba di gerbang masuk Taman Nasional. Barang bawaan harus disemprot dengan larutan sterilisasi sebelum ditimbang. Semua penimbangan akan dilakukan oleh penjaga dengan APD yang sesuai. Semua gerbang masuk / keluar pendaftaran dan shelter pendaki memiliki sensor termal dan semua tamu dan porter akan diperiksa sebelum masuk. Pendaki yang mengalami demam / suhu tinggi / gejala seperti flu akan disarankan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Petugas Taman Nasional berhak untuk memeriksa. Semua grup hanya dapat memasuki Taman Nasional antara pukul 11.00 – 15.00.

Penambahan tanda petunjuk / pedoman

Semua pemandu harus memakai masker selama pengarahan. Kami akan memberikan hard copy yang telah diregister yang berisi daftar klien / pendaki di titik masuk dan shelter pendaki. Semua pendaki harus mencuci tangan saat tiba di camp. Pastikan setiap orang memiliki hand sanitizer yang cukup. Kami akan memastikan masker dan sarung tangan sekali pakai disediakan untuk kru kami dan juga harus menyediakan kantong sampah khusus untuk memisahkan limbah. Re-supply akan dicek dan disterilkan di camp Shira 2 dan Karanga. Kami juga akan memastikan semua peralatan telah dibersihkan sebelum digunakan.

Tenda Dapur

Jika memungkinkan, hanya staf dapur tertentu yang diperbolehkan berada di tenda dapur. Kami menganjurkan agar semua pendaki untuk menggunakan tissue toilet mereka sendiri. Setiap pendaki harus memiliki cairan pembersih yang berada di ransel mereka dan tersedia setiap saat untuk disinfeksi setelah menggunakan fasilitas toilet. Setiap pendaki harus memiliki pembersih yang cukup untuk penggunaan pribadi selama waktu perjalanannya. Siapapun dengan gejala COVID-19 diharuskan untuk turun segera dengan bantuan yang tepat dan pemantauan ketat.

Tempat berkemah

Taman Nasional akan memastikan tempat-tempat ini aman untuk semua pengguna. Untuk memfasilitasi hal ini, para porter selama berada di kamp akan dipisahkan dari pendaki dan pemandu. Prosedur berikut harus diikuti di semua lokasi perkemahan.

1). Pitching tenda harus menjaga jarak dua meter antar kelompok yang berbeda.

2). Dua pendaki per tenda. Maksimal 12 pendaki per tenda kubah

3). Peralatan berkemah harus disterilkan / didesinfeksi.

4). Porter harus menghindari pergerakan dan pertemuan yang tidak perlu dengan kelompok lain.

5). Kepadatan di tenda tidur oleh porter dan pemandu harus dihindari.

6). Semua staf harus memiliki pembersih tangan dan sarung tangan.

Menggunakan Shelter

Semua pendaki harus mencuci tangan dengan sabun sebelum waktu makan. Setiap orang harus memiliki persediaan pembersih tangan yang memadai dan memilikinya di tenda makan. Semua pendaki harus memiliki buff ringan yang harus mereka gunakan di jalan setapak setiap hari. Setiap pendaki harus membawa masker tambahan selama perjalanan. Pertahankan jarak sosial lebih dari satu meter semaksimal mungkin, terutama di sekitar kelompok lain. Semua pemandu harus memastikan bahwa semua anggota grup mematuhi SOP.

Operasi Rescue

Untuk keselamatan pendaki dan kru yang memberikan pertolongan, prosedur berikut harus dipatuhi.

1). Staf penyelamat harus mengenakan APD yang sesuai saat merawat pasien. Pemandu harus selalu memakai masker saat membantu.

2). Pastikan untuk tidak mencampurkan pendaki dalam kendaraan penyelamat.

3). Taman Nasional harus memastikan tersedianya kotak P3K di setiap shelter pendaki.

4). Pastikan botol oksigen dan peralatan lainnya telah didesinfeksi.

5). Hanya paket hari pasien dan tas yang diperbolehkan di dalam kendaraan penyelamat.

6). Pendaftaran pasien di gerbang keluar harus dilakukan oleh penjaga

Keluar dari Taman Nasional Kilimanjaro

Pertemuan sosial yang tidak perlu dilarang keras. Memasak makanan di gerbang keluar seharusnya tidak diperbolehkan. Untuk menghindari keterlambatan di gerbang keluar, pemandu kami akan keluar dari Taman Nasional untuk para pendaki. Kami bertujuan untuk mengurangi waktu di pintu keluar. Penyortiran dan pembersihan tas pendaki perlu diselesaikan sebelum dimuat ke kendaraan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.