Gunung Kilimanjaro merupakan salah satu jenis gunung api di dunia yang masih aktif dan mempunyai ketinggian sekitar 19.341 kaki dari permukaan laut (5.895 mdpl). Gunung tertinggi ke empat di dunia ini masih menjadi tujuan favorit bagi sebagian orang. Gunung ini dapat memberi keuntungan bagi warga disekitarnya, karena dari ukuran gunung yang besar akan membuat iklimnya sendiri sehingga berdampak pada tanah yang berada disekitaran gunung menjadi subur dan dapat dimanfaatkan warga sekitar.

Puncak Kilimanjaro disebut sebagai one of the most accessible high summit. Setiap harinya ketinggian bertambah 800-1.000 m. Lonnie Thompson, paleoklimatologis dari Ohio State University memperkirakan salju di Kilimanjaro akan punah pada tahun 2015-2020. Sejak abad lalu, Kilimanjaro telah kehilangan 80% saljunya. Nasib gunung tertinggi di Afrika ini sangat mungkin mirip dengan Carstensz Pyramid (4.4884 m). yang saljunya kian menipis.

Dengan mengikuti paket wisata Gunung Kilimanjaro, pendakian dapat dimulai dari Marangu Gate (1.800 m). ditengah perjalanan akan terlihat bangunan toilet bersih yang disiapkan pengelola Taman Nasional. Seorang petugas akan membawakan dan menuangkan dua jerry-can yang masing-masing berisi sabun cuci tangan dan air untuk membilas. Bagi yang biasa menggelendang di hutan dan berturas seadanya, hal ini sungguh sebuah perjalanan yang terbilang mewah.

Setiap tahunnya gunung Kilimanjaro dikunjungi lebih dari sepuluh ribu orang. Namun meskipun begitu Kilimanjaro tetap bersih dan lestari. Selain toilet yang memadai, juga bebas dari sampah. Kebijakan dan peraturan yang ditetapkan pengelola Taman Nasional Kilimanjaro mengharuskan setiap pendaki melakukan pendakian bersama operator, hal ini yang menjadikan area seluas 75.353 ha bebas sampah.

Sebelum ke Harombo pendaki dapat bermalam di Mandara (2.700 m), sebuah komplek rumah kayu beratap prisma di kaki Gunung Kilimanjaro. Menanjak ke Horombo yang berada diketinggian 3.719 m akan menembus hutan yang dihuni beberapa monyet yang salah satu diantaranya berekor panjang berbulu putih tebal, menyerupai tupai. Di Harombo Hut (3.719 m), kompleks penginapan bagi para pendaki yang naik dan turun gunung mmiliki kapasitas yang jauh lebih besar dari Mandara. Aklimatisasi dengan berjalan santai di Horombo diperlukan untuk menyesuaikan diri, dengan semakin menipisnya oksigen, mulai dari ketinggian 2.700 m. kelangkaan asupan oksigen ke otak dapat menyebabkan acute mountain sickness (AMS). Siapapun dapat terserang AMS secara tiba-tiba. Bahkan seorang pendaki terkuat sekalipun dapat terserang. Geljala AMS ditandai dengan hilangnya nafsu makan dan pusing kepala.

Menuju Kibo Hut di ketinggian 4.713 m, akan melintasi jalan lebar tanpa kanopi pepohonan yang disebut the virtualclimatic world tour. Dalam perjalanan akan disuguhkan bingkai alam yang berbeda dari daerah tropis menuju artik. Pendaki harus meminum air putih minimal 4,5 liter per hari agar tidak terkena AMS.

Bagian terberat dari pendakian ke puncak Kilimanjaro adalah menuju Gilman Point (5.703 m) yang merupakan puncak pertama di Kilimanjaro. Mendekati puncak gunung Kilimanjaro, para pendaki akan merasakan hampir semua jenis iklim yang ada di bumi.

Di Uhuru Peak (5.895 m) yang merupakan puncak tertinggi Gunung Kilimanjaro para pendaki akan menemukan sebuah papan besar yang dibuat oleh pemerintah Tanzania dalam bahasa Inggris “Congratulations, You are now at Uhuru Peak, Tanzania, 5.895 m. AMSL. Africa Highest Point. World Highest Free-Standing Mountain. One of World Largest Volcano. Welcome.” Rasa lelah serta perjuangan menahan dingin terbayarkan setibanya di Uhuru Peak.

Segala keseruan dalam pendakian Gunung Kilimanjaro ini bisa dinikmati melalui paket wisata Gunung Kilimanjaro bersama Touareg Adventure Service. Informasi lengkapnya dapat diperoleh dikantornya dengan alamat di Gedung Nissi Bintaro Lantai Dasar Jl. Tegal Rotan Raya No.78, Sawah Baru, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15413. Jika tidak punya waktu, bisa berkunjung dulu di situsnya yang beralamat di https://touaregadventure.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published.